Memahami Pengertian Prolog, Fungsi dan Cara Membuat Prolog


Memahami Pengertian Prolog, Fungsi dan Cara Membuat Prolog! Sebelum membuat sebuah karya sastra, kita tentunya harus memahami dulu mengenai beberapa bagian yang membuat karya tersebut menjadi menarik di mata para pembaca. Salah satu bagian yang cukup penting ada dalam sebuah karya sastra adalah prolog. Prolog ini sendiri memiliki pengertian yang berupa kalimat pembuka atau pendahuluan. Pada umumnya, prolog juga menjelaskan tentang tokoh ataupun pemeran dalam cerita, konflik dan sejenisnya.

cara membuat prolog
Baca juga artikel lain di : http://erante.mhs.uksw.edu/

Prologos, adalah kata dari bahasa Yunani yang mengawali terbentuknya kata Prolog. Pro, memiliki arti sebelum, sementara Logos berarti kata. Hingga kemudian prolog diartikan sebagai sebuah kata pengantar yang maksudnya adalah untuk memperkenalkan isi dari karya sastra.

Sebelum mempelajari cara membuat prolog, memahami pengertian prolog dengan lebih mendalam sangatlah penting agar kita tidak asal-asalan dalam membuatnya. Prolog ini bisa berupa dialog atau kilas balik dari sebuah peristiwa yang ada di dalam cerita. Prolog sendiri tidak wajib ada, akan tetapi sebagian penulis memang menggunakan prolog untuk membuka cerita yang mereka tulis.

Setelah memahami mengenai pengertian prolog, tentunya kamu juga ingin mengetahui tentang apa saja fungsi dari prolog ini. Fungsinya bermacam-macam. Bisa sebagai kata pembuka atau pendahuluan dalam sebuah karya sastra yang telah dibuat. Bisa juga untuk memperkenalkan tokoh, konflik, serta sinopsis dari lakon suatu cerita. Berfungsi juga agar menarik perhatian pembaca supaya makin penasaran dengan cerita yang kita buat.

Adapun, cara membuat prolog juga cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun asal mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Jika ingin membuat sebuah karya sastra, maka berikut hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat prolog. Yuk simak!

Ambil Bagian Dari Konflik

Dengan mengambil sedikit bagian dari konflik yang ada pada isi cerita, maka sudah pasti para pembaca akan merasa penasaran. Jika pembaca merasa penasaran, maka mereka akan menuntaskan membaca keseluruhan isi cerita yang kamu buat. Sehingga kamu harus bisa memilah dan memilih bagian yang paling menarik dari cerita kamu untuk dijadikan sebagai prolog.

Buatlah Semenarik dan Sesingkat Mungkin

Cara membuat prolog selanjutnya adalah harus sesingkat dan semenarik mungkin. Umumnya, prolog hanya sekitar 400-500 kata panjangnya. Karena jika terlalu panjang, maka berpotensi membocorkan isi cerita yang ada. Buatlah secara singkat, padat, menarik dan tidak berbelit-belit. Sehingga pembaca tidak akan merasa bosan bahkan sebelum membaca pertengahan isi cerita.

Tidak Dianjurkan Terkait Dengan Chapter 1

Setelah prolog, biasanya akan disambung dengan chapter 1 atau bagian awal dari sebuah cerita. Dalam hal ini, kamu tidak dianjurkan untuk membuat prolog yang isinya justru terkait dengan chapter 1. Misalnya, kamu bisa membuat prolog yang terkait dengan konflik yang ada pada pertengahan isi cerita. Supaya pembaca lebih penasaran terhadap cerita yang kamu buat.

Tidak hanya masalah pengertian, fungsi, dan cara membuat prolog, kamu juga bisa memahami tentang epilog di Freedomnesia. Epilog sendiri adalah kebalikan dari prolog, yang mana epilog adalah bagian penutup dari sebuah cerita. Meski prolog ataupun epilog sendiri tidak wajib ada dalam sebuah karya sastra, tapi tak ada salahnya jika kamu mempelajari hal tersebut.

Untuk tahu lebih jelasnya, kamu bisa mengunjungi freedomnesia.id dan membaca banyak pengetahuan yang ada di dalam situs tersebut. Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian, fungsi dan cara membuat prolog yang mungkin saja berguna untuk kamu. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Loloskan Bolamu Dari Pasir Melalui Sand Balls

Kenali, Inilah Tips Memilih Kursi Tamu Mewah Berkualitas Harga Murah

Pengertian Handsball dan Macam-macamnya dalam Olahraga Sepak Bola