Anemia Hemolitik Adalah




Sumber: hellosehat.com
Mungkin kamu sudah familiar dengan penyakit anemia. Penyakit kurang darah yang disebabkan oleh kurangnya hemoglobin pada sel darah merah. Biasanya anemia akan membuat kamu merasa lelah, mudah sakit kepala dan sesak napas. Tapi apakah kamu familiar dengan nama anemia hemolitik? Apakah anemia hemolitik itu? Menurut alodokter.com anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandungkan pembentukannya. Seberapa pentingnya menangani penyakit ini? Sangat penting karena penyakit ini jika tidak segera ditangani akan terjadi komplikasi pada jantung seperti gangguan irama jantung atau gagal jantung. Anemia hemolitik adalah penyakit yang dapat dialami sejak lahir karena diturunkan oleh orang tua atau dapat berkembang setelah lahir. Jika tidak diturunkan, anemia jenis ini biasanya dipicu oleh penyakit, paparan zat kimia dan efek samping obat-obatan.
Apa saja gejala anemia hemolitik? Jika kamu menderita penyakit ini, maka kamu dapat merasakan gejala ringan pada awalnya dan kemudia memburuk secara tiba-tiba atau perlahan. Gejala ringan dapat seperti kulit pucat, pusing, demam dan gejala beratnya seperti penyakit kuning, perut terasa tidak nyaman akibat organ limpa dan hati membesar, jantung berdebar.
Lalu apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini? Anemia hemolitik adalah penyakit yang dapat diturunkan, namun juga dapat berkembang setelah lahir. Penyebab anemia yang dipicu oleh faktor keturunan adalah:
1.      Anemia sel sabit
Ini adalah jenis anemia akibat dari kelainan genetik di mana bentuk sel darah merah tidak normal. Hal ini akan mengakibatkan pembuluh darah kekurangan pasukan darah sehat dan tentunya kekurangan oksigen yang akan disebar pada seluruh tubuh. Pada anemia sel sabit, bentuk sel darah merah itu seperti sabit yang kaku dan mudah mebempel pada pembuluh darah kecil. Aliran sel darah merah yang mengandung hemoglobin pembawa oksigen jadi terhambat dan akan menyebabkan nyeri dan kerusakan pada jaringan.
2.      Kekurangan Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD)
Definisi dari G6PD adalah penyakit keturunan akibat kekurangan enzim G6PD. Enzim ini membantu sel darah merah tetap berfungsi normal dan menjaga sel darah merah dari senyawa berbahaya. Ketika tubuh kehilangan enzim ini, sel darah merah akan pecah lebih cepat dari pembentukannya sehingga menyebabkan anemia. Pengobatannya dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pemicunya, namun bila cukup parah harus melakukan transfusi darah.
Untuk penyebab di luar faktor keturunan adalah:
1.      Efek samping obat-obatan
Ini bisa saja seperti efek samping dari obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), paracetamol, dan beberapa jenis antibiotik seperti levofloxacin, penisilin dan sefalosporin.
2.      Penyakit kanker
Penyakit kanker yang dapat menjadi penyebab adalah kanker darah. Kanker jenis ini adalah kondisi ketika sel darah yang menjad abnormal atau ganas. Kanker ini bermula di sumsum tulang tempat sel darah di produksi.
Dilansir dari halodoc.com pengobatan dari anemia hemolitik adalah dengan terapi asam folat, imunoglobulin G intravena, eritropoetin yang diberikan pada pasien gagal ginjal, kortikosteroid yang diberikan kepada pengidap anemia dengan penyakit autoimun. Pada beberapa kasus yang memiliki tingkat yang lebih serius dapat melakukan perawatan seperti operasi pengangkatan limpa yang dilakukan sebagai pilihan ketika hemolisis tidak merespon kortikosteroid dan transfusi darah yang biasa diberikan pekada pengidap anemia hemolitik dengan gangguan ginjal atau jantung.
Itulah  hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Anemia hemolitik adalah salah satu penyakit yang dapat diturunkan maupun berkembang setelah lahir, kamu dapat melakukan pencegahan dengan cara menghindari zat yang dapat memicu kondisi tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Loloskan Bolamu Dari Pasir Melalui Sand Balls

Kenali, Inilah Tips Memilih Kursi Tamu Mewah Berkualitas Harga Murah

Pengertian Handsball dan Macam-macamnya dalam Olahraga Sepak Bola